SIPBM

Konsep Dasar SIPBM

Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) adalah sistem informasi yang dikembangkan untuk membantu peningkatan kinerja pembangunan berdasarkan partisipasi masyarakat, baik dalam perencanaan, implementasi, maupun dalam pelaporannya. SIPBM dikembangkan dalam rangka memberi peluang kepada para penentu kebijakan, pemangku kepentingan, dan anggota masyarakat untuk berpartisipasi menuntaskan dan mencari solusi permasalahan pembangunan di daerahnya, yang meliputi pembangunan pendidikan, kesehatan dan pembangunan bidang-bidang lainnya. Sumber data diperoleh dari masyarakat setempat dengan menentukan keluarga beserta seluruh anggotanya sebagai unit analisis. Data dikumpulkan dengan melibatkan mekanisme hirarki kelembagaan dari satuan wilayah administratif yang paling rendah berupa lembaga kemasyarakatan (RT-RW) sampai lembaga formal kepemerintahan (Kelurahan/Desa, Kecamatan, Kabupaten). Secara sederhana SIPBM dapat dipandang sebagai pangkalan data dan informasi pembangunan yang dikembangkan berdasarkan partisipasi masyarakat.

Dari aspek pembangunan bidang pendidikan, SIPBM diharapkan dapat memberi gambaran tentang penduduk anak usia prasekolah (0-6 tahun) dan anak usia sekolah (7-18 tahun) yang memerlukan layanan pendidikan, di mana mereka berada, dan apa yang mereka lakukan dan mengapa tidak memperoleh layanan pendidikan, jarak ke sekolah, alat transportasi yang digunakan. Dari aspek pembangunan bidang kesehatan dan bidang-bidang pembangunan lainnya, SIPBM diharapkan dapat memberikan gambaran tentang proksi kualitas hidup, seperti antara lain: konsumsi garam beryodium, keberadaan, jarak dan penggunaan fasilitas kesehatan, kepemilikan akte kelahiran, kepemilikan kartu keluarga, dan pekerjaan orang tua.

Pada tahapan pelaporan, data dan informasi yang diperoleh diharapkan dapat memberi advokasi tentang bagaimana pembangunan pendidikan, kesehatan, dan bidang-bidang pembangunan lainnya ditindaklajuti dalam bentuk penyusunan rencana aksi desa bersama masyarakat. Dengan demikian, data yang telah dihasilkan melalui SIPBM dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk laporan untuk dikaji ulang sehingga masyarakat dapat secara mandiri menuntaskan dan mencari solusi permasalahan pembangunan yang ada wilayahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Tidak berlebihan jika visi SIPBM adalah โ€œMemahami Potensi dan Persoalan Masyarakatโ€.

 

Tujuan SIPBM
Tujuan Umum:

Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) ditujukan untuk membangun pangkalan data dan informasi pembangunan yang bersifat mikro (by name by address) dalam rangka membantu peningkatan kinerja pembangunan dan kemandirian masyarakat untuk menuntaskan dan mencari solusi pembangunan yang ada di wilayahnya.

Tujuang Khusus:

Mengidentifikasi aspek pembangunan bidang pendidikan yang meliputi penduduk usia prasekolah dan usia sekolah yang sudah dan belum mendapat layanan pendidikan dan alasannya tidak/belum memperoleh layanan pendidikan, termasuk di dalamnya antara lain: jarak ke sekolah dan transportasi yang digunakan ke sekolah, sehingga implikasi kebijakan yang terkait dengan pendidikan, di antaranya Program Wajar Dikdas 9 Tahun atau Wajar 12 Tahun dapat dilaksanakan sesuai dengan realita yang ada.
Mengidentifikasi aspek pembangunan bidang kesehatan dan aspek pembangunan bidang-bidang lainnya seperti antara lain: konsumsi garam yodium keluarga, keberadaan layanan kesehatan, jarak dan transportasi yang digunakan menuju kantor layanan kesehatan, kepemilikan akte kelahiran, pekerjaan orang tua, sebagai aspek-aspek yang terintegrasi dengan perencanaan dan implementasi pembangunan secara keseluruhan.
Menyusun dan melaksanakan rencana aksi desa, sebagai hasil kajian dan analisis data SIPBM, sehingga masyarakat dapat secara mandiri menuntaskan dan mencari solusi permasalahan pembangunan yang ada wilayahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki (modal sosial).
Membantu perencanaan di tingkat desa/kelurahan (sangat sejalan dengan UU No. 6/2014 tentang Desa) dan kabupaten/kota & provinsi.

 

Manfaat SIPBM

Sebagai sebuah model pendataan berbasis masyarakat, SIPBM bukan hanya menghasilkan data administrasi yang pasif semata-mata, melainkan merupakan data dinamis yang memiliki manfaat antara lain:

Menyusun perencanaan bidang pendidikan lebih tepat dan akurat (di tingkat desa, kabupaten/kota dan provinsi).
Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang permasalahan pendidikan dan aspek-aspek pembangunan lainnya di lingkungannya.
Menggerakkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan, ekonomi dan sosial dalam lingkungan masyarakatnya.
Menghasilkan profil pembangunan bidang pendidikan dan dan bidang-bidang pembangunan lainnya pada berbagai jenjang administrasi pemerintahan.